Saat ini penderita penyakit kencing manis atau diabetes melitus semakin banyak , tak pandang bulu dan tak mengenal usia . Bahkan yang sangat miris ada berita viral mengenai anak berusia 3 tahun menderita diabetes melitus . Silahkan klik https://youtu.be/LJnJvQ_o_lM h

Adalah bapak Panggih ( 55 thn ) menderita penyakit kencing manis sudah cukup lama, bahkan karena kandungan gula dalam darah sudah mencapai diatas 500 mg/dl menyebabkan kakinya sdh mulai mengalami gangrene. Yang akhirnya memunculkan luka yang tak kunjung sembuh bahkan luka tersebut cenderung melebar.

Luka pada kaki ( gangrene ) tersebut tentu saja sangat menganggu aktifitas sehari – hari beliau , bahkan akhirnya pak Panggih pun untuk sementara waktu berhenti bekerja .

BERTEMU DENGAN SEORANG TERAPIS

Di suatu acara keluaraga bapak Panggih bertemu dengan seorang terapis yang merupakan saudara jauh. Terapis itu bernama ibu Wudy Ambarwati yang ternyata adalah pemilik Rumah Sehat AR69 Cabang Legok Palasari. Ibu Ambar ( begitu nama terapis tersebut biasa di panggil ) membuat kesepakatan, jika ingin penyakit bapak Panggih sembuh total maka proses pengobatan baik perawatan dan produk yang harus di konsumsi tidak boleh sampai putus .
Dan terjadilah kesepakatan.

PROSES PENGOBATAN

Berdasarkan kesepakatan bapak panggih akan mengalami perwatan satu minggu sekali , yang meliputi pembersihan luka, terapy , pengobatan secara oral dan sekaligus konsumsi produk, dan produk yang di konsumsi adalah Fuccinnamon , salah satu produk yang di produksi dan di pasarkan oleh PT. Ratu Nusantara dan bekerja sama dengan Rumah Sehat AR69 . Produk Fuccinnamon adalah formulasi Kayu manis + Madu + Royal jelly, itulah sebabnya kenapa artikel ini diberi judul Kayu manis versus Kencing manis.

Setelah berjalan satu bulan atau 4 kali pertemuan , proses pengobatan mengalami banyak kemajuan, secara phisik bapak Panggih mulai bersemangat dan luka di kaki ( gangrene ) mulai mengalami proses penyembuhan .

1. Setelah satu bulan perawatan

Proses penyembuhan mengalami banyak kemajuan, dikarenakan bapak Panggih selalu mengikuti arahan yang diberikan oleh terapis ibu Ambar , serta menjauhi makanan yang harus di hindari juga secara rutin terus mengkonsumsi Fuccinnamon .

2. Setelah 2 bulan perawatan

3. Setelah 2,5 bulan perawatan

Dan akhirnya setelah proses pengobatan berjalan 2,5,bulan ( 10 bulan ) , kondisi bapak Panggih sudah pulih 98 % dan bahkan saat ini beliau sudah dapat kembali ke kantor untuk bekerja seperti biasa .

4. Kondisi saat ini

Jakarta, 12 Desember 2019

Edi Amsyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *