Sudah beberapa minggu ini Lina ( nama samaran ) selalu menghindar jika diajak berhubungan intim dengan suaminya. Keadaan ini membuat Jaya ( suami Lina, juga nama samaran ) uring-uringan . Betapa tidak pasangan ini baru 3 bulan melangsungkan pernikahan . Pada awalnya hubungan mereka baik-baik saja , Lina tidak pernah menolak apabila sang suami mengajaknya berhubungan intim . Ada apa gerangan ? , apakah Lina memiliki PIL (Pria Idaman Lain) ? ternyata tidak . Lina mencoba menghindar dikarenakan dia merasa tidak enak dengan suaminya, karena belakangan ini suaminya selalu mengeluh bahwa daerah intim Lina agak berlendir dan terakhir agak berbau. Hal ini tentu saja membuat hubungan mereka menjadi agak renggang. Jika mereka tidak segera saling mengkomunikasikan masalah ini bisa-bisa akan berujung pada perceraian . Untungnya beberapa hari yang lalu Lina bertemu dengan bekas teman kuliahnya yang sekarang berprofesi sebagai dokter, temannya itu menyarankan agar Lina segera melakukan konsultasi dan jika perlu suaminyapun di ikut sertakan. Setelah mereka melakukan konsultasi, diketahuilah bahwa ternyata Lina sedang menderita KEPUTIHAN .

APA ITU KEPUTIHAN ?

Dalam keadaan normal setiap wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Nah biasanya cairan lendir itu akan keluar lebih banyak pada masa subur atau menyusui, pada kondisi ini walau disebut keputihan namun bisa dikategorikan pada tahap yang normal.

Nah yang tidak normal adalah ketika cairan yang keluar warnanya mulai agak kekuningan , menimbulkan rasa gatal dan berbau. Kondisi ini kita sebut sebagai keputihan yang tidak normal.

Jenis-jenis Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan yang tidak normal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis keputihan yang tidak normal:

Keputihan dengan lendir berwarna cokelat atau mengandung darah

Keputihan ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari kanker serviks atau rahim.

Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan

Jika keputihan yang anda derita disertai dengan rasa nyeri pada tulang panggul saat buang air kecil serta munculnya pendarahan diluar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks, hal ini dapat diindikasikan anda menderitaCHLAMYDIA ( klamidia ) atauGONORE yang merupakan penyakit menular.

Maka jika dibiarkan, kedua penyakit menular ini dapat memicu infeksi serius pada organ reproduksi wanita. Karena itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan . Atau konsumsilah produk ini .

Keputihan dengan lendir berwarna hijau, kuning, atau berbuih

Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Lendir akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat buang air kecil.

Pembengkakan dan gatal-gatal di sekitar vagina serta nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim juga akan dialami oleh penderita trikomoniasis. Infeksi ini juga dapat diatasi dengan antibiotik.

Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital

Penyebab jenis keputihan tidak normal ini biasanya adalah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim.

Metode pengobatannya dilakukan dengan konsumsi tablet antivirus. Namun, kekambuhan mungkin terjadi karena virusnya tetap berada dalam tubuh pengidap meski gejala-gejalanya sudah hilang.

Keputihan dengan lendir kental, berwarna putih, dan disertai rasa gatal

Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur pada vagina. Indikasinya berupalendir yang kental, tanpa bau, dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala-gejala lain yang menyertainyadapat berupa rasa gatal dan perih di sekitar vagina.

Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan dialami oleh sebagian besar wanita. Pengobatannya dapat dilakukan dengan obat antijamur yang dijual bebas di apotek.

Keputihan dengan lendir encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis

Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di vagina dapat menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis, encer, dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks. Infeksi ini dapat ditangani dengan antibiotik. Klik disini

 

 

BAGAIMANA MENGATASI KEPUTIHAN ?

Demi menghindari terjadinya keputihan yang tidak normal, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan :
1. Jaga agar vagina tetap kering dan tidak lembap dengan selalu mengeringkannya setelah buang air kecil. Menjaga agar vagina tetap kering dapat juga dilakukan dengan, menggunakan celana yang tidak terlalu ketat, tidak terlalu sering menggunakan stoking, dan memakai celana dalam berbahan katun, bukan sintetis. Celana dalam katun memungkinkan lebih banyak udara ke vagina dan mencegah lembap.
2. Basuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil bukan sebaliknya. Vagina sebenarnya adalah organ yang dapat membersihkan diri sendiri. Menggunakan cairan pembersih vagina justru berisiko merusak keseimbangan alami bakteri dan jamur di dalamnya. Ketidakseimbangan ini akan memicu vaginosis bakterial. Untuk membersihkan vagina, gunakan air hangat dan sabun yang tidak beraroma kuat. Namun sebisa mungkin, hanya gunakan air saja. Hindari penggunaan parfum, bedak pada vagina. Penggunaan parfum dan sabun dapat menyebabkan nyeri pada vagina dan keluarnya cairan vagina yang tidak normal. Selain itu hindari penggunaan bahan-bahan berikut yang dapat membuat iritasi dan menyebabkan keluarnya cairan tidak normal dari vagina.  Misalnya, penggunaan pelembut atau detergen yang beraroma kuat saat mencuci celana dalam. Pembalut beraroma/berparfum, tisu toilet beraroma, dan mengonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang. Konsumsi yoghurt atau suplemen yang mengandung laktobasilus, menghindari terlalu sering berendam dalam air panas, serta mencuci pakaian dalam dengan air hangat. Jangan lupa ganti pembalut secara teratur saat datang bulan. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Jagalah kebersihan daerah intim agar terhindar dari infeksi yang menyebabkan keputihan tidak normal. Klik disini
3. Konsumsilah secara teratur antibiotik yang berbasis herbal seperti Propolis Pure Nusantara , disarankan 2X2 softgel / hari . Dan gunakan juga produk ini untuk pengobatan luar , caranya : Ambil 2 softgel Propolis Pure Nusantara lalu pecahkan dan masukan ke dalam air hangat sebanyak 500 ml kemudian aduk, setelah itu ambil lap bersih dan gunakan untuk membersihkan daerah intim anda, lalu keringkan. Lakukan ini setiap pagi sebelum beraktifitas dan menjelang tidur .
Baca juga :
Tanggerang, 23 Maret 2018
Edi Amsyah

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *